Skip to main content
22 December 2023

travel, culture, Indonesia, Toraja, grave, Tau Tau, statue

Baru Tau Kalau Tau-Tau Bukan Hanya Sekedar Patung!

Begitu banyak hal unik yang kita temukan di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Ketika berkunjung ke beberapa destinasi wisata Toraja kita akan menemukan banyak sekali patung-patung berjejer di atas tebing-tebing yang cukup tinggi maupun. Beberapa dari kita termasuk saya juga bertanya-tanya. Patung itu apa dan untuk apa? Rupanya mereka menyebutnya tau-Tau, namun apa itu tau-tau?

D810 || AF-S 35mm f/1.4 || 1/100, f/3.5, ISO-200

Toraja salah satu daerah yang masih mempertahankan nilai-nilai luhur nenak moyangnya yang terangkum dalam kepercayaan aluk todolo. Salah satu ajarannya yaitu membuat patung bagi keturunan suku Toraja yang sudah meninggal yang disebut tau-tau. Proses pembuatannya juga memakan waktu yang tidak sebentar karena membutuhkan ritual-ritual khusus sejak proses awal hingga peletakannya. Bukan hanya waktu juga, pembuatan tau-tau juga membutuhkan biaya yang cukup besar, setelah selesai patung di lantik sebagai personifikasi dari jasad orang yang meninggal. Upacara pelantikannya disebut massa’bu tau-tau.

D810 || AF-S 35mm f/1.4 || 1/100, f/3.5, ISO-200

Proses pembuatan tau-tau kini sudah banyak perubahan, yang pada awalnya setiap tahap membutuhkan ritual pemotongan babi, kini sudah ditinggalkan. Bagi strata sosial kelas atas bahan kayu terbuat dari kayu nangka Toraja, namun bila kalangan sosial lebih rendah akan menggunakan bambu. Ketika saya datang ke workshop seorang pemahat tau-tau, Ia menceritakan bahwa sedang memahat menggunakan kayu nangka, selain tahan lama, kayu nangka juga mudah untuk di pahat. Proses pemahatan membutuhkan waktu kurang lebih sebulanan dengan biaya sebesar 20 juta-an.

Selain itu, tau-tau menjadi komponen penting dalam upacara kematian masyarakat Toraja. Karena pembuatan tau-tau merupakan salah satu kebudayaan megalitik yang berkembang di Toraja yang menjadi rangkaian acara Rambu Solo’. Rambu Solo’ merupakan upacara kematian dengan menggunakan hewan-hewan seperti kerbau dan babi sebagai persembahan.

D810 || AF-S 35mm f/1.4 || 1/100, f/3.5, ISO-200

Pada proses upacara massa’bu tau-tau, tau-tau akan mengenakan pakaian adat tradisional, untuk pria menggunakan sarung dan yang wanita menggunakan kebaya yang menyimbolkan bahwa dirinya berasal dari strata sosial kelas tinggi. Namun hal ini sudah tidak dilakukan lagi. Setelah rangkaian acara selesai tau-tau akan di letakkan di balkon di atas tebing luar goa yang bisa di lihat dia goa Londa.

Tau-tau dibuat karena masyrakat percaya bahwa roh-roh orang yang meninggal akan terus hidup di dalamnya, dan akan berkumpul yang mereka sebut Poyo atau alam baka dimana semua arwah-arwah berkumpul. Mereka yang bisa naik ke Poyo apabila yang telah melakukan upacara adat sesuai status sosialnya.

D810 || AF-S 35mm f/1.4 || 1/100, f/3.5, ISO-200

Tak bisa dipungkiri kalau pembuatan tau-tau kini mulai berubah seiring tergerus perubahan zaman yang mungkin beberapa masyarakat menilai akan mengurangi nilai sakralnya dalam proses pembuatan tau-tau .