Skip to main content
13 February 2024

Pasola : Kisah Romansa Pria Berkuda Asal Sumba

Pasola : Kisah Romansa Pria Berkuda Asal Sumba

Garis cakrawala membentang di ujung selatan Sumba. Penantian yang cukup lama tak kunjung datang. Hati gundah tak terbilang. Namun akhir sebuah penantian kini berbuah menjadi kenyataan. Terlihat sebuah perahu berjalan di atas garis cakrawala. Inilah kisah awal mula pacara adat Pasola di Sumba.

Upacara Adat Pasola Sumba

Namun yang di tunggu datang bukanlah dia. Laki-laki bernama Umbu Dulla bersama dua saudaranya seolah hilang di telan ganasnya ombak lautan samudra hindia.  Demi mengadu nasib ke daerah yang konon katanya sebuah negeri yang makmur, Umbu Dulla rela meninggalkan seorang istri cantik bernama Rabu Kabba di suatu kampung bernama Weiwuang. Lama tak kunjung pulang mereka bertiga diyakini telah tiada oleh penduduk Weiwuang. 

Upacara Adat Pasola Sumba

Turunlah seorang pria  asal Kodi dari perahu tersebut bernama Teda Gaiparona. Pertemuan tersebut menjadi cerita baru bagi Rabu Kabba istri dari Umbu Dulla. Rabu Kabba menjalin persahabatan yang pada akhirnya berbenih cinta. Mereka berdua di mabuk asmara. Namun hubungan mereka tak bisa terwujud karena, terhalangi oleh adat yang ketat membuat mereka berdua memutuskan untuk kawin lari.

Upacara Adat Pasola Sumba
Upacara Adat Pasola Sumba

Sorak sorai bahagia penduduk Weiwuang menyambut kedatangan kembali tiga pengembara yang telah lama hilang. Ngongu Tau Matutu, Yagi Waikareri dan Umbu Dulla kini sudah kembali ke Kampung Weiwuang.  Namun kebahagian bercampur aduk dengam berita tak sedap yang di dengar oleh Umbu Dulla tentang istrinya yang telah pergi meninggalkannya.

Demi menjaga kehormatan Umbu Dula ditemani beberapa penduduk Weiwuang untuk mencari Rabu Kabba dan Teda Gaiparona. Pencarian mereka membuahkan hasil dan bertemu kembali dengan Rabu Kabba. Rasa cinta Umbu Dulla terhadap Rabu Kabba belumlah hilang.

Belis pun dibayarkan sebagai penghormatan terhadap kebesaran jiwa Umbu Dulla. Keluarga Teda Gaiparona pun memberikan Nyale hidup, yaitu cacing laut warna warni yang merupakan pertanda kemakmuran. Sebuah kemakmuran yang di cari Umbu dulla menuju Mahu Karera sehingga ia kehilangan istri yang sangat dicintainya. Kedua pihak akhirnya sepakat untuk selalu mengadakan pasola setiap tahunnya. Yaitu ritual perang menggunakan tombak kayu yang di dedikasikan untuk mengenang kejadian itu. Darah yang tumpah dari perang pasola dipercaya akan menjadi penyumbang kesuburan bagi bumi. 

Upacara Adat Pasola Sumba

Semenjak kejadian itulah Upacara adat Pasola asal Sumba diadakan hingga hari ini, yang biasanya diadakan pada bukan Februari – Maret. Upacara adat Pasola yang berasal dari kata Sola dan Hola yang berarti kayu lembing. Tetapi dalam konteks ritual , Pasola merupakan tradisi perang antara dua kubu yang saling berhadapan, kejar mengejar seraya melempar lembing kayu ke arah lawan.

Pesertanya pun tidak di batasi, masing -masing kubu memiliki taktik tersendiri dan berusaha menjatuhkan pihak lawan. Luka berdarah, terjatuh, bahkan ada yang sampai meninggal merupakan hal yang sering terjadi pada acara ritual ini. Aturan yang tidak tertulis bahwa dendam tak boleh di bawa keluar arena, sehingga bagi yang mau melakukan pembalasan, diharuskan menunggu hingga pasola berikutnya. Darah yang tumpah dianggap sebagai pertanda bahwa panen akan berlimpah.

Sebelum upacara adat Pasola dimulai, didahului oleh serangkaian ritual yang berhubungan. Lain lokasi dan penyelenggara, lain pula ritualnya. Yang paling lengkap adalah ritual yang dilaksanakan di wilayah Wanokaka. Seperti ritual yang disebut Madidi Nyale, yaitu ritual yang memiliki arti memanggil nyale yang diadakan di pantai Wanokaka. Dimulai pada saat sebelum fajar setelah rombongan Rato selesai melakukan ritual Ubu Bewi dan beriringan menuju pantai untuk memimpin upacara. Para warga dan wisatawan juga di perbolehkan untuk ikut berburu nyale, cacing laut yang berwarna warni  yang selain sedap dijadikan kudapan juga menjadi penentu untuk hasil panen. Nyale yang banyak dan bersih memiliki arti bahwa panen akan melimpah. Nyale kotor dan saling gigit memiliki arti ada hama tikus. Nyale busuk berarti hujan berlebihan yang menyebabkan padi membusuk dan Nyale tidak muncul berarti kemarau panjang yang menyebabkan musibah kelaparan.

Upacara Adat Pasola Sumba

Demikian kisah dimana upacara adat Pasola asal Sumba dimulai yang dikutip dari penduduk lokal dan berbagai sumber lainnya. Semoga upacara adat Pasola ini tetap terjaga kelestariannya.