Mendengar Tana Toraja mungkin di benak kita terlintas, kuburan, kerbau, atau festival kematian. Memang itu beberapa hal yang menjadi daya tarik wisata di Tana Toraja. Keunikan dalam ‘pesta’ kematian yang menghabiskan biaya yang tidak sedikit menjadi magnet wisata hingga mancanegara. Tidak hanya itu di Toraja terdpat kuburan di dalam gua yang di sebut Londa.

D810 || 105.0 mm f/2.8 || 1/100, f/2.8, ISO-100
Rantepao merupakan ibukota Toraja Utara yang menjadi pusat budaya suku Toraja. 7km dari Rantepao kita akan menemukan destinasi populer bagi pelancong domestik hingga mancanegara, Gua Londa!
Gua Londa menawarkan wisata alam di dalam gua. Dari Rantepao menuju Londa memakan waktu sekitar 15 menit. Londa merupakan kawasan perbukitan yang terdapat gua yang berisi peti mati jenazah, tau-tau, tulang berulang dan tengkorak yang sudah berusia ratusan tahun lamanya.


Ketika memasuki kawasan Londa disambut dua kepala tengkorak
Hingga kini, Gua Londa masih menjadi tempat menyimpan jenazah khusus bagi mereka leluhur bangsawan Toraja dan keturunannya. Penduduk setempat masih mempercayai kebudayaan nenek moyang yang disebut aluk todolo dan alukta.

D800|| 35.0 mm f/1.4|| 1/320 f/1.8, ISO-100
Ketika saya sampai disana, tidak ada sama sekali tercium berbau mayat. Udara pagi hari terasa sejuk Di areal depan tampak tau-tau tersusun rapi di atas seolah menyambut kedatangan para tamu. Sekilas mengenai Tau-tau, Tau-tau adalah patung yang di ukir/dipahat semirip mungkin dari sosok orang yang sudah meninggal, biasanya kayu yang digunakan untuk membuat Tau-tau adalah kayu bambu. Selain tahan rayap, kayu ini awet dan tahan lama. info mengenai tau-tau klik disini
Keunikan makam Londa ini adalah, peti jenazah tidak dikuburkan, melainkan peti diletakkan begitu saja. Saya ditawarkan jasa guide untuk memasuki gua oleh pemandu lokal yang biasanya masih memiliki hubungan kerabat dengan jasad-jasad yang berada di dalam gua tersebut. Selain itu para pemandu juga menawarkan sewa lampu petromax yang di hargai Rp 25.000,- sebagai alat penerangan di dalam gua.

D800|| 35.0 mm f/1.4|| 1/160 f/3.2 ISO-200
Di area depan kuburan Londa juga tampak peti mati atau mereka sebut erong yang saling bertumpuk yang di sokong oleh papan kayu di dinding permukaan tebing. Adapun semakin tinggi peti, semakin tinggi juga derajatnya.



Didalam gua Londa saya temui tebing karst yang memiliki rongga dan beberapa di sela-selanya terdapat peti ataupun tengkorak manusia. Udara yang awalnya terasa sejuk, semakin kedalam semakin terasa pengap dan panas.

D800|| 35.0 mm f/1.4|| 1/160 f/3.2 ISO-200
Di beberapa peti jenazah saya melihat terdapat rokok maupun koin atau uang yang di letakkan begitu saja, karena masyarakat Toraja percaya bahwa harta yang diletakkan tersebut dapat di bawa di kehidupan setelah kematian.

D800|| 35.0 mm f/1.4|| 1/200 f/1.4 ISO-640
Kisah “Romeo dan Juliet” menjadi andalan para pemandu wisata di Londa. Kisah tragis cinta sepasang kekasih yang berujung maut karena bunuh diri, pasalnya cinta merka kandas tak dapat restu dari kedua orang tuanya. Tulang dan tengkoraknya pun diletakkan berdekatan.

D800|| 35.0 mm f/1.4|| 1/60 f/1.4 ISO-640
Kira-kira apa yang kamu lakukan bila cintamu tak dapat restu dari orang tua? Jangan sampai kamu tiru mereka ya 😵💫😉